PKS Muda Cup U-20 Sukses Sedot Animo Pemuda Palembang

Palembang (13/11) – PKS Muda Palembang sukses menggelar PKS Muda Cup U-20 pada 11-12 November 2017 di Lapangan Futsal Jupiter Palembang, Sumatera Selatan.

Meskipun baru pertama kali diselenggarakan, namun acara ini mampu menyedot animo anak-anak muda di Palembang. Terbukti dengan membludaknya peserta dari kuota 50 tim yang disiapkan.

“Kuota kito ini 50 tim, tapi masih banyak tim yang ngubungi untuk daftar lagi,” ujar salah satu panitia PKS Muda Cup-U-20, Mahatir.

Mahatir menjelaskan PKS Muda Cup U-20 diselenggarakan dengan tujuan sebagai salah satu wadah generasi muda Palembang menyalurkan bakat dan hobinya di bidang olahraga futsal.

“Setidaknya dengan kegiatan ini mengarahkan anak muda untuk melakukan aktivitas yang positif,” ujar pria berkaca mata ini.

sumber : https://pks.id

Dapat Nomor Urut 8, PKS Gunakan Atribut Kampanye Pemilu 2009

Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyebut ada keuntungan bagi PKS dengan mendapatkan nomor urut 8 sebagai peserta Pemilu 2019. Sebab, partainya bisa menggunakan atribut kampanye saat Pemilu 2009.

“Alat peraga kami yang (saat Pemilu) 2009 bisa dipakai lagi, he-he-he…. Karena masih banyak yang terpakai. (Pemilu 2009) Kemarin kan kita 3, angka 3 itu sekarang tinggal disambungin jadi angka 8,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada detikcom, Selasa (20/2/2018).

Baca juga: Ini Nomor Urut 4 Parpol Lokal Aceh di Pemilu 2019

Mardani mengatakan filosofi dari angka 8 sesuai dengan prinsip PKS. Delapan juga disebutnya sebagai angka hoki.

“Tentu 8 ini angka hoki. Sesuai dengan PKS, tidak ada yang menonjol di (angka) delapan itu semuanya menyatu dan sambung-menyambung antara kader pimpinan dan koalisi,” ujarnya.

Selain itu, Mardani berharap angka 8 dapat memudahkan masyarakat mengingat PKS. “(Harapannya dapat) memudahkan publik untuk ingat PKS (sebagai) partai yang kuat berkhidmat untuk rakyat,” ujarnya.

sumber : https://news.detik.com

PKS Tegaskan tak Khawatir dengan Koalisi Besar Poros Jokowi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua DPP PKS Almuzzamil Yusuf tidak khawatir dengan makin besarnya koalisi poros pendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Itu setelah dua partai disebut-sebut telah merapatkan dukungan mendukung Jokowi.

Menurut Almuzzamil, besarnya dukungan tidak mutlak menentukan kemenangan dalam kontestasi pemilu. Ia mencontohkan dengan Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, di mana Gerindra-PKS koalisi paling sedikit dibandingkan calon lainnyam

“Nggak masalah. Seberapa besar dukungan partai itu tak menentukan. Karena yang lebih menentukan adalah preferensi publik dan kecenderungan publik,” ujar Almuzzamil di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (10/4).

Karena itu, PKS optimistis akan meraih hasil yang diharapkan di Pilpres 2019 mendatang bersama koalisi dengan Partai Gerindra. Sebab, PKS meyakini banyak masyarakat yang menghendaki kepemimpinan baru.

“Kami optimis masyarakat dalam survei-survei juga menghendaki kepemimpinan yang baru,” ujar Anggota Komisi III DPR itu.

Ia menambahkan, meskipun saat ini koalisi PKS dan Gerindra belum juga mendeklarasikan pasangan calonnya. Namun, ia optimistis salah satu kadernya dari sembilan nama yang disiapkan PKS akan menjadi pasangan dari koalisi PKS- Gerindra itu.

“Insyaallah terpilih, kami optimistis,” ujarnya.

Sebab, saat ini PKS juga masih menunggu Partai Gerindra untuk mematangkan deklarasi terhadap Prabowo Subianto. Sejauh ini ia mengungkap, komunikasi PKS dengan Partai Gerindra, hanya Prabowo calon terkuat yang diusung Gerindra.

Hal itu juga untuk menepis kabar yang mengatakan kemungkinan Prabowo tak akan maju sebagai calon presiden dan mendorong sosok lain. “Sejauh ini firm belum ada nama di luar yang kami dengar selama ini. Pak Prabowo dan Salim Segaf, dua pimpinan yang akan menyelesaikan persoalan capres cawapres. Namun Kami hormati apapun keputusan Gerindra sebagaimana kami ingin dihormati juga keputusan kami,” kata Almuzzamil.

sumber : http://nasional.republika.co.id

Besok, Gerindra Deklarasikan Prabowo Capres

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Partai Gerindra dijadwalkan akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Kediaman Ketua Umum Partai Gerindra, Padepokan Garuda Yaksa, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/4). Hal itu dibenarkan oleh Wakil Sekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade saat dihubungi Republika, Selasa, (10/4).

“Agenda besok Partai Gerindra akan memberikan mandat kepada Pak Prabowo (sebagai capres),” ujarnya.

Andre menjelaskan maksud pemberian mandat tersebut dilakukan agar Prabowo bisa langsung melangsungkan safari politik ke pihak-pihak yang dianggap mampu mendulang perolehan dukungan. “Sehingga Pak Prabowo bisa berkomunikasi dengan parpol koalisi lalu juga Pak Prabowo juga bisa keliling masyarakat, juga bertemu tokoh masyarakat, ulama habib dan kiai untuk minta dukungannya,” katanya.

Andre menambahkan, Rakornas besok rencananya akan dilaksanakan pukul 09.00 WIB pagi hingga jam 22.00 WIB dan dihadiri oleh kader Partai Gerindra dari seluruh Indonesia. Saat dikonfirmasi, Andre menyatakan tidak ada partai koalisi yang hadir sebab agenda tersebut adalah agenda internal.

“Besok baru Partai Gerindra mendeklarasikan Pak Prabowo kalau Pak Prabowo nanti, tunggu waktunya dengan bersama cawapresnya,” tegasnya.

sumber : http://nasional.republika.co.id

DPR: Kemendikbud dan Kemenristekdikti Berperan Besar dalam Investasi SDM

Jakarta (09/04) — Abdul Fikri Faqih, Wakil Ketua Komisi X DPR RI menilai mitra Komisi X yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) memiliki arti strategis dalam memproduksi SDM unggul.

“Dua kementerian mitra Komisi X ini memiliki peran strategis sebagai produsen SDM yang merupakan investasi penting dalam pembangunan,” ujar Anggota Fraksi PKS ini (9/4).

Anggota legislatif dari Dapil Jawa Tengah IX ini mengatakan, pendidikan adalah salah satu isu penting dalam pembanguna. “Dengan anggaran Kemendikbud dan Kemenristekdikti yang total berjumlah Rp 81 miliar, mereka memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan. Dana tersebut harus dimanfaatkan dengan optimal,” tambahnya.

Menurutnya, optimalisasi anggaran yang baik akan terwujud dalam implementasi kebijakan serta menciptakan program-program yang pelaksanaannya dapat mendorong perbaikan dalam membangun sumber daya manusia. “Peningkatan kualitas pembangunan manusia yang semakin baik dapat menjadikan kinerja ekonomi yang semakin meningkat,” lanjut Fikri.

Ia berharap, pendidikan yang merupakan upaya peningkatan kualitas pembangunan manusia ini akan melahirkan SDM yang berkualitas, memiiki pengetahuan, ketrampilan dan penguasaan terhadap teknologi serta dapat menumbuhkan iklim bisnis yang sehat dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2017 berada pada 70,99. Tahun 2018 ini, pemerintah menargetkan angka tersebut dapat naik menjadi 71,5.

Erza : Koalisi PKS – Gerindra akan Permanen Hingga Pilpres

Palembang – Senin (26/2) Ketua Umum DPW PKS Sumsel, Erza Saladin, mengatakan dalam sambutannya pada acara Rapat Konsolidasi Tim Pemenangan Pasangan Aswari dan Irwansyah (ASRI) dalam Pilgub Sumsel, yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Grand Atyasa, Palembang, bahwa hubungan antara Partai PKS dan Partai GERINDRA memiliki akar sejarah yang panjang.

Koalisi yang dimulai semenjak Pilpres di tahun 2014 lalu, yang kemudian berlanjut kepada penanda tanganan nota komitmen koalisi permanen di Parlemen DPR RI dengan mengusung nama Koalisi Merah Putih (KMP), mampu memberikan kontribusi yang sangat signifikan pada perebutan kursi pimpinan alat kelengkapan dewan di DPR RI pada waktu itu.

Bahkan Prabowo mengatakan bahwa PKS ini lebih dari sekedar rekan koalisi, namun “Sekutu”. Yang artinya komitmen PKS dan GERINDRA untuk menjaga hubungan baik antar keduanya sudah sangat teruji di segala medan pertempuran politik.

“Hanya PKS dan GERINDRA” ujar Erza, “partai politik yang sangat diharapkan oleh masyarakat luas, terutama ummat islam dan para ulama, untuk menjaga benteng kebhinekaan dan ruh dari Bangsa Indonesia ini”.

“Dan hari ini, sejarah telah membuktikan bahwa hanya di Sumatera Selatan inilah, setelah Pilkada DKI Jakarta yang lalu, PKS dan GERINDRA membentuk poros politik di tingkat Provinsi.” Sambung Erza.

Pasangan ASRI ini hanya diusung oleh dua partai politik, yakni PKS dan GERINDRA. Dengan total kursi sebanyak 15 buah di DPRD Provinsi, pasangan ini berhasil melenggang maju melewati proses seleksi yang ditetapkan oleh KPU Provinsi Sumatera Selatan, dan mendapatkan nomor urut 2 pada pilkada nanti.

“Saya berharap nantinya, partai segajah ini, yaitu PKS dan GERINDRA, akan terus melanjutkan kebersamaannya hingga kontestasi pemilihan presiden di tahun 2019 nanti.” Lanjut Erza.

Menurutnya, arus populisme islam yang berhembus kencang semenjak Pilkada DKI Jakarta kemarin, telah mengubah peta politik di tanah air. Aspirasi dari umat islam, terutama dari para ulama-ulamanya, benar-benar sangat berpengaruh bagi kedipilihan paslon pada pilkada kali ini.

Erza mengatakan bahwa Ulama telah menjadi endorser politik yang sangat signifikan, sehingga ketika merumuskan pencalonan pasangan ASRI, salah satu aspek yang dipertimbangkan adalah aspirasi umat islam dan Ulama.

PKS dan GERINDRA juga, pasca pilgub DKI kemarin, semakin menunjukkan soliditasnya sebagai sebuah sekutu politik di pentas politik tanah air.

Kedua partai ini dalam pilkada serentak di tahun 2018, banyak terlihat mengusung paslon secara bersama-sama, yang membuktikan bahwa kemungkinan kedua partai ini untuk melanjutkan kerja sama strategisnya hingga 2019 nanti sangat besar sekali peluangnya.

sumber : https://sumsel.pks.id

Deklarasikan Perempuan Mukti, PKS: Dirman-Ida Satukan Masyarakat Jateng

Semarang (09/04) — Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (BPKK DPP PKS) Wirianingsih menyebut pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Jateng Sudirman Said – Ida Fauziyah mampu menyatukan elemen masyarakat Jawa Tengah. Hal ini disampaikan dalam deklarasi Perempuan Mukti di Hotel Patra Jasa Sabtu (07/04/2018) kemarin.

Menurut Wirianingsih, program-program yang disusun oleh Dirman-Ida mampu menyentuh lapisan masyarakat.

“Program-program Dirman-Ida sangat menyeluruh ke segala aspek. Kami yakin programnya dapat menyatukan elemen-elemen masyarakat Jaten,” ujarnya.

Ia juga menegaskan PKS akan ‘allout’ memenangkan pasangan Dirman-Ida.

“Kami memastikan bahwa PKS akan allout memenangkan Dirman – Ida. Dengan keduanya insyaAlloh perubahan benar-benar terwujud,” tegasnya.

Dalam acara tersebut dideklarasikan Perempuan Mukti yang mendukung pasangan Sudirman Said – Ida fauziyah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023.

Elemen perempuan yang hadir dalam deklarasi terdebut antara lain BPKK PKS, Persaudaraan Muslimah, Fatayat NU, Nasyi’atul Aisyiah, Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Gerindra, Rumah Keluarga Indonesia (RKI), Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN), dan Perempuan Disabilitas.

Sebanyak lebih dari 300 peserta dari elemen-elemen perempuan hadir untuk mengikuti deklarasi Perempuan Mukti ini. Turut hadir pula Sekretaris Umum DPW PKS Jateng Ikhsan Musthofa, Ketua DPW PKB Muhammad Yusuf Chudlori, dan Ketua Tim Pemenangan Dirman -Ida Ali Khamdi.

sumber : http://pks.id

Seluruh Kader dan Struktur PKS NTB Mendukung Arahan DPP

Jakarta (9/4) – Ketua Bidang Wilayah Dakwah Bali Nusa Tenggara DPP PKS Sugeng Susilo mengatakan bahwa kader dan struktur di Nusa Tenggara Barat (NTB) sangat solid serta taat terhadap keputusan DPP.

“Alhamdulillah secara umum, kader dan struktur sangat solid. Artinya mereka mengikuti perkembangan sikap DPP dan mendukungnya,” kata Sugeng di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Salah satu bukti soliditas, kata dia, para kader melaporkan Fahri Hamzah ke kantor polisi setempat. Laporannya atas nama struktur DPW dan seluruh jajaran DPD.

“DPD-DPD memberikan testimoni bahwa mereka tidak ada masalah dengan (sikap DPP) soal Fahri. DPD Kota Bima, DPD Sumbawa, DPD Kota Sumbawa Barat, itu kan kampung halaman Fahri. Mereka mendukung sikap DPP,” ungkapnya.

Bukti soliditas lain, lanjut dia, kader fokus terhadap perhelatan pilgub Zulkieflimansyah dan pasangan. Awalnya memang ada dinamika dan itu wajar. Namun ketika DPP sudah memutuskan pasangan Zulkieflimansyah dan Rohmi mereka mengikuti serta nyaris tidak ada penolakan.

“Yang saya suka dari teman-teman kader di NTB itu mereka sangat taat dengan azas. Artinya mesin politik mendukung penuh pencalonan yang ditetapkan DPP,” ujar Sugeng.

Ia memberikan penekanan kembali, “Sekali lagi saya ulangi, kader dan struktur di NTB sangat solid dan mendukung penuh sikap DPP.”

sumber : http://pks.id