B Berita

img

Agustusannya PKS Palembang, Murah Meriah !

, Berita

Selain lomba 17 Agustusan, kira-kira kegiatan apakah yang bisa memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang memasuki tahun ke-72, selain yang sudah terlalu mainstream?


Nyaris tidak banyak, maka hampir seluruh instansi termasuk non pemerintah mengadakan kegiatan perlombaan selain upacara dan seremonial.


Upacara bendera


Berbeda dengan pemerintah yang memiliki anggaran khusus untuk perayaan kemerdekaan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuat acara sederhana upacara bendera, yang meski tidak wah, tetapi sebagai wujud syukur dan penghargaan untuk pejuang dan ulama yang telah berkorban untuk kemerdekaan.


Ini adalah bukti nasionalisme PKS, dibandingkan sekadar membuat ucapan selamat lewat spanduk dipinggir jalan atau via media sosial saja.


Bahkan waktunya disesuaikan mirip dengan detik-detik proklamasi, sekitar pukul 10.00 ketika matahari sudah cukup terik, saat upacara bendera oleh lembaga pendidikan dan pemerintahan lainnya sudah bubar lebih dulu.


Sambil mengernyitkan dahi dan memicingkan mata karena silau, 35 kader termasuk petugas upacara mengikuti dengan khidmat. Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sumatera Selatan Erza Saladin sekaligus sebagai inspektur upacara mengajak kader untuk berkontribusi sekecil apapun untuk mengisi kemerdekaan.


Hadir mengikuti upacara, Wakil Ketua DPW Muhammad Toha yang juga membacakan puisi, Sekretaris DPW Irwan Irawadi yang membacakan teks proklamasi, Anggota DPRD Kota Palembang Anwar Al Syadat yang membacakan teks Pancasila, tilawah Al-Quran oleh Ustadz Sumarno, Ustadz Syaifurrahman yang membacakan doa.


Lomba anak


Bahkan dengan keterbatasan waktu, sebagian kader hanya menyiapkan lomba untuk anak-anak karena hampir seluruh panitianya adalah perempuan. Belasan peserta yang hadir belum mewakili kecamatan se-Kota Palembang.


Selain lomba kelereng, makan kerupuk, tarik tambang, mungkin perlu dicoba lomba lain yang anti mainstream, misalnya lomba makan paling syar’i, lomba mengumpulkan sampah di lokasi acara.


Karena tujuan acaranya bergembira, maka tak perlu adu fisik, karena yang paling kuat dan besar yang bakal juara. Tetapi adu kreativitas, karena semua anak bangsa cerdas asal diajari oleh guru yang baik dengan metode yang tepat. Jangan memaksakan kehendak dengan menyamaratakan potensi setiap anak.

PKS Palembang @pks_palembang

23 Rabi'ul Awal - Selasa (12/12) Maghrib 18:06 Isya 19:21 Subuh 04:24 Zuhur 11:57 Ashar 15:23 ↪ Palembang sekitarnya https://t.co/0cSCe6xFVx
22 Rabi'ul Awal - Senin (11/12) Maghrib 18:06 Isya 19:20 Subuh 04:24 Zuhur 11:56 Ashar 15:23 ↪ Palembang sekitarnya https://t.co/VUh3N3GOJ5