B Berita

img

Hidangan dan Takjil Berbuka Ludes oleh Kader PKS

, Berita

Ini dia acara yang dinantikan Dewan Pengurus Cabang dan Dewan Pengurus Ranting Partai Keadilan Sejahtera se-Kota Palembang, yaitu makan-makan dalam acara ifthor jama’i (buka puasa bersama) Rabu (7/6) petang di Hotel Amaris. Dimana-mana, inti sebuah acara adalah makan, tapi jangan lupa berdoa.


Saat bulan Ramadhan, banyak kan yang ngadain buka puasa bersama (bukber)? Minimal satu orang ikut sekali, betul tidak? Apalagi kalo acara PKS, biasanya banyak anak-anak yang bikin acara makin ramai.


Yang terbayang saat bukber, lebih banyak hepi-nya atau rempongnya, ya? Soalnya kalo cuma hepi terus, jangan-jangan lewat shalat Maghrib. Nah, loh... Akhirnya lebih banyak mudharat ketimbang manfaat.


Khusus untuk ifthor jama’i kemarin, pihak Hotel Amaris sedikitnya menggabungkan dua ruangan menjadi ballroom untuk hadirin (jadi volume suaranya terasa agak kurang jelas), karena perkiraan peserta yang hadir berjumlah sekitar 150-an, meski yang absen gak nyampe seratus (laah, masuk dari sebelah mana, ya?).


Hadir Ketua Dewan Pengurus Daerah PKS Kota Palembang Muhammad Ridwan beserta pengurus harian, Ketua Dewan Pengurus Wilayah PKS Sumatera Selatan Erza Saladin, Ketua Dewan Syariah Wilayah PKS Sumsel KH Tol’at Wafa Ahmad dan Sekretaris Jenderal PKS Pusat Mustafa Kamal.


“Alhamdulillah diundang, soalnya kalau tidak diundang, berarti tidak datang, iya kan?” ungkap Erza Saladin di depan hadirin. Ia mengajak kader bermuhasabah atau mengevaluasi bukan hanya diri tapi juga secara organisasi, mumpung bulan Ramadhan.
Jangan sampai kita tidak mengukur kapasitas diri sehingga berlebihan dan akhirnya mengurangi hak orang lain. Misalnya nih, jangan makan berlebihan, lah namanya puasa, kalo yang dimakan jauh lebih banyak ketimbang saat tidak puasa berarti berlebih-lebihan atau belanja bulanan ternyata jauh lebih besar ketimbang belanja di luar bulan puasa berarti sudah termasuk berlebih-lebihan.


Kebiasaan kita saat ada hajatan adalah mencicipi seluruh makanan kalau bisa, padahal tak semua makanan bisa masuk ke dalam perut. Selain menu takjil berupa es kacang merah dan kurma, nampak kue-kue terbuat dari beras ketan yang mirip wajik warna-warni lalu kue lain yang jarang kita makan, kemudian model, lalu buah-buahan. Belum nasi dan lauk-pauknya.


Akibatnya, semua yang kita ambil memenuhi piring besar, sudah banyak, porsinya besar pula. Ketika dimakan, ternyata ada yang tak sesuai selera atau keburu kekenyangan, nampak sisa-sisa makanan yang tak habis menghiasi piring. Mubazir...


Padahal ada salah satu doktor mengatakan, “Satu butir nasi yang tidak dimakan oleh sekitar 200 juta penduduk, equivalent (setara) dengan 0,02 gram = 4 ton (beras) per 200 juta (penduduk)”. Bayangkan jika yang tidak kita makan mencapai setengah piring!


Padahal, tidak sedikit loh, teman-teman yang mengantri belakangan atau terakhir, tidak kebagian jatah nasi atau lauk yang cukup, “Sabar ya, Mas... (Ini ujian),” kata pelayannya.


Untunglah semuanya kebagian, jangankan makanan, usai acara juga biasanya sampah berserakan “dihabiskan” oleh para kader.

PKS Palembang @pks_palembang

2 Shafar - Ahad (22/10) Maghrib 17:54 Isya 19:04 Subuh 04:23 Zuhur 11:48 Ashar 15:02 ↪ untuk sekitar Palembang https://t.co/ZfHj1e3pGj
1 Shafar - Sabtu (21/10) Maghrib 17:54 Isya 19:04 Subuh 04:23 Zuhur 11:48 Ashar 15:02 ↪ untuk sekitar Palembang https://t.co/2KwOQ1BQYV