K Kajian Utama

img

Milad 13 tahun PKS : Tak Goyah Didera Fitnah

, Kajian Utama

Tiga belas tahun sudah usia Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengawal agenda reformasi di ranah parlemen. Sejak masih bernama Partai Keadilan, PKS telah banyak menebar kesantunan politik dan alur logika yang kadang tak termakan oleh lawan politiknya, bahkan oleh kalangan pengamat politik sendiri. Saat ini di usia ‘remajanya’, ujian dan fitnah mulai merintangi rintisan perjuangan partai dakwah di bumi Nusantara ini. Sanggupkah PKS menjadi pohon rindang di tengah arena politik yang terasa kemarau?

“Usia 13 tahun merupakan usia yang siap menanggung beban kerja (mukallaf), oleh sebab itu PKS di usianya yang ke-13 ini siap membangun Sumsel. Karenanya, kader PKS jangan menjadi komentator, tapi harus menjadi ‘pelopor’ berbuat kebaikan”, ujar Imam Mansyur, Lc, Ketua DPW PKS Sumatera Selatan dalam orasinya di hadapan ribuan kader dan simpatisan partai dakwah tersebut yang menghadiri kegiatan Milad PKS ke-13 tahun yang dipusatkan di selasar Plasa Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang Ahad (24/4) lalu.

Sebelumnya, kegiatan diawali dari halaman gedung DPRD Sumsel dilanjuti dengan longmarch sambil melakukan operasi semut dengan memunguti sampah sepanjang jalan dari kantor DPRD menuju Jalan Kapten A.Rivai, Jalan Sudirman, lalu menuju Plasa Benteng Kuto Besak (BKB).

Beragam Ujian

Memasuki usianya yang ke-13 ini, beberapa ujian terasa merintangi gerak perjuangan partai. Dimulai dengan isu beredarnya ‘video mesum mirip Anis Matta’, lalu disusul kasus daging berjenggot yang akhirnya tidak terbukti. Kemudian, dua kasus terakhir, tuduhan dari salah seorang mantan pendiri partai yang dipecat dan vonis media yang menjungkalkan salah seorang kader terbaik partai dari gedung DPR RI.

Kesemuanya, bukanlah hal yang harus menghentikan langkah kaki kita dalam menyongsong Indonesia yang lebih baik. Melainkan menjadi bara semangat perjuangan, bahwa di tempat terang sekalipun, akan tercipta bayangan hitam.

Betapa besar nikmat Allah yang diberikan kepada partai ini. Dalam surat Al Anfal ayat 26, Allah swt berfirman, “Dan ingatlah (hai para muhajirin), ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Medinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolonganNya dan diberi-Nya kamu rezki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur”.

Ayat ini memerintahkan agar kita selalu ingat kepada langkah awal perjuangan kita, bagaimana kondisi saat itu, jumlahnya dan posisinya di tengah kehidupan berbangsa bernegara. Di mana saat itu, kita jumlahnya sedikit, lemah dan tertindas. Saat ini kita mendapatkan perlindungan Allah swt melalui lembaga-lembaga negara. Termasuk juga bisa menjalankan kegiatan di gedung parlemen.

Bahkan tidak itu saja, bahkan dengan didukung dengan pertolongan Allah, diberikan fasilitas yang memadai oleh Allah swt, supaya kita bersyukur.

Dan di antara bentuk syukur itu adalah adanya rasa tanggung jawab yang tinggi dalam kehidupan kita. Sebab perintah Allah swt, kita diperintah untuk bekerja tidak sekedar pekerjaan biasa tetapi pekerjaan yang bisa dipertanggung jawabkan kepada Allah swt.

Allah akan melihat kualitas pekerjaan kita. Allah selalu memantau, Rasulnya juga memantau. "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS At Taubah [9]: 105).

Para pengemban risalah selalu bekerja sesuai dengan standar risalah dari Rabbnya yang agung.
Kita sekarang sudah di atas panggung, dilihat dan dievaluasi orang banyak, bahkan begitu mudahnya orang lain memvonis kita. Jadi pertama kita dipantau Allah dan Rasulullah saw, sejauhmana kita telah melakukan langkah yang benar. Demikian juga mukminin juga memantau langkah-langkah kita.

Semakin Tinggi, Semakin Deras
Dengan karunia Allah swt,  kita semakin besar dan semakin kuat dalam kehidupan berbangsa dan  bernegara. Pohon yang makin tinggi pasti mendapatkan terpaan angin yang keras. Saat kita masih seukuran rumput teki, hembusan itu tidak terasa, sekarag tidak mungkin, pasti terpaan itu akan terasa menghantam kita. Pohonpun kadang-kadang bergoyang bahkan kadang ada ranting ranting kecil yang patah dan berjatuhan. Itulah sunnatullah.

Tetapi upaya kita menjadikan partai ini sebagai syajaroh thoyyibah, dengan ikhlas, insya Allah sudah nampak hasilnya. Pohon dakwah  makin berakar di tengah masyarakat (asluhaa tsabitun) bahkan dahan-dahan kita semakin rindang, makin banyak bisa mengayomi umat Islam. Tujuan musyarokah kita adalah bagaimana kita bisa mengayomi seluruh aktifitas umat islam. Pohon dakwah itu kian menjulang tinggi sehingga makin terasa manfaatnya, sehingga orang mulai senang hidup di sekeliling pohon rindang ini. Wallahualam bishawab.

More Related Stories

PKS Palembang @pks_palembang

29 Safar - Sabtu (18/11) Maghrib 17:56 Isya 19:09 Subuh 04:19 Zuhur 11:48 Ashar 15:11 ↪ untuk sekitar Palembang 🇮🇩 https://t.co/KI5RUz2a0m
28 Safar - Jumat (17/11) Maghrib 17:56 Isya 19:09 Subuh 04:19 Zuhur 11:48 Ashar 15:11 ↪ untuk sekitar Palembang 🇮🇩 https://t.co/QQDQk2Sypd